PEMBUKAAN
Ini
adalah sebuah catatan kecil yang diambil dari apa yang aku cari,mungkin ini
bukanlah sebuah master piece tapi
setidaknya catatan yang aku catat mewakili apa yang aku rasa dari
bertahun-tahun aku merasakan apa itu hidup,memang terlalu sederhana seperti
kita belajar hidup pada umumnya tapi
sejarah itu tercipta karna ada seorang lakon yang mengarungi derasnya ombak
hingga pada akhirnya ia terdampar di pulau yang indah,pulau itulah yang disebut
KEDAMAIAN,ya mungkin aku tidaklah pandai dalam merangkai kata yang indah tapi
setidaknya aku berusaha menjadi diriku bukan orang lain.Masih banyak pertanyaan
yang ada dalam benakku dan aku berharap siapapun yang membaca tulisan ini bisa
menjadi inspirasi bagi semua
DI BALIK EMBUN
seiring berjalanya waktu kita akan
berfikir
bahwa seperti apa takdir kita ke depan
seiring berjalanya waktu kita berfikir
bahwa apa yang telah kita lakukan/apa
yang kita pegang/jalani adalah sebuah takdir
Sugestimu membawamu kepada sebuah
tempat,
tempat yang kau yakini benar
padahal "benar" itu semata
hanya opinimu bukan pendapat dari Tuhan
terkadang kau merasa terbelakangi
hingga kau berfikir bahwa hidup orang
lain lebih menyenangkan
kau sadar,kau mengerti semuanya tapi
mengapa kau merasa berbeda
Tuhan tidak pernah salah benahi apa yang
perlu kau benahi
tak ada yang perlu disesali/ditangisi
waktu tak bisa diputar kembali
dunia tak bisa merubahmmu
hanya dirimu yang dapat merubah dunia
ini
jejak yang ada dalam hidupmu tak bisa
kau hapus
kesunyian adalah tempat dimana kau
menemukan akar batin
kau tak pernah menyadari bahwa
pengalaman adalah guru terbaikmu
walau kau terlihat bodoh dan konyol
tapi
pengalamanmulah yang menjadikan kau
cerdas di berbagai hal
jalan seorang kuda hitam adalah
kesunyian
itu sebabnya dia di juluki pendiri
di balik besarnya orang kesunyianlah
adalah jalan baginya
semarang
22/03/15 01.09
visualisasi
kehidupan
Sebuah nilai yang telah terurai
terbakar karna sebuah ideologi
tanpa adanya ketidakpastian opini
memutar balikan fakta bukanlah sebuah
cara
untuk mendapatkan sesuatu yang berharga
mimpi bukanlah kenyataan
tapi
langkah kakimulah yang memulai segalanya
tanpa adanya sebuah maksud dan tujuan
mungkin dirimu bukanlah siapa-siapa
karena kau membuat sebuah kenyataan
didalam mimpi
bukan salahmu jika mereka bersukaria
karna kau memegang sebuah kunci
kunci yang akan membuka kebenaran
sebuah
visualisasi kehidupan
adanya sebuah perpecahan
adanya sebuah gejolak politik
adanya sebuah konflik
tanpa ada yang tahu
siapa dibalik semua itu
tanpa disadari
kau melupakan jiwamu yang paling dalam
sudah saatnya.....
SATU
Titik jenuh
dalam kehidupan membuat semua orang tak berdaya
tanpa adanya sebuah cerita dibalik canda
tawa
bukan sekedar omongan belaka tapi ini
tentang semua
nurani yang kerap kali terkikis karna
pudar
kerap
kali membuat perih tapi
ada masa kala semuanya berubah
tanpa adanya suatu pembeda
pemecah kesunyian pembawa kedamaian
Tuhan datang dan peluk diriku
karna engkaulah penguasa jagat raya bumi
peluklah diriku agar sepi ini menjadi
damai
tanpa diriMu aku seolah bagaikan daun
yang bertebangan
tanpa arah dan tujuan
Tuhan terimakasih atas karuniamu
kehidupan yang terus mengalir dan penuh
misteri
membuat diriku semakin percaya padaMU
bahwa
semuakan indah pada waktunya walau itu
entah kapan
tapi aku percaya ada masa kala
antara mimpi dan kenyataan menjadi satu
DIAPUN PERGI
sesal dalam nurani
dan takan kembali
hingga saat ini semua telah berlalu
hanya sekejap mata kita bertemu
tanpa sebuah salam perpisahaan
saat semua telah berlalu
tanpa sepatah kata dan semua pergi
begitu saja
aku hanya bisa memandang dirimu
walau kau tak pernah ada dan tiada
bukan berati semua hilang begitu saja
dan ada satu kata
jangan pernah berhenti berharap
jangan pernah berhenti berharap
lakukanlah apa yang kau mau
jangan lupa pada Tuanmu
dikala terbelakangi
ingatlah dirimu bukanlah seorang
bajingan
tapi kau adalah sang penakluk dimuka
bumi
hidupmu bukanlah hidup mereka
jadikan semua menjadi satu
dalam kebahagiaan
Sepi
malam kelabu ditengah malam
dan tak ada yang menemani
hanya suara angin yang berhembus
melewati tubuhku
disaat tak ada yang menemaniku
kala hati ini merintih karnamu
waktu yang kian berlalu
yang menyayat hati ini
menunggu sebuah impian dalam kenyataan
kala itu kau menyatakan kata yang begitu
amat pedih
seolah dirimu tak perdulikan aku
kubutuh tempat untuk berteduh
dikala aku senang dan sedih
biarkan angin berhembus
dedaun pergi begitu saja
semoga hati ini tenang tanpa hadirnya
dirimu
walau sepi ini membunuhku
sepi menusuku
dan aku tak mau kembali kepada
waktu yang tlah berlalu
Sebuah derita seorang kuda hitam
aku bukanlah seorang pendekar
yang selalu berperang menumpah darah
aku memang bukan seorang pejabat
yang selalu memeras rakyat
dan aku bukanlah seorang yang pandai
dalam merangkai kata yang indah dan suci
tapi
aku adalah orang yang terus berjalan
dan terus berjalan melewati dimensi
waktu
hari demi hari
aku melihat sebuah pahitnya kenyataan
bukan impian dan juga angan
sakit yang selalu membakar jiwa
membuatku bertekuk lutut pada dunia ini
dunia yang selalu membuatku hilang
hilang ditelan mata
aku kira semua telah usai
kubuka hati ini
dan kuterawang dunia
ku hibur hati ini dengan apa yang
kupunya
aku hanyalah seorang kuda hitam
yang selalu berbuat tapi seolah tak
berbuat
karna kehidupan hanya sekali
Takdir Tuhan bukanlah kesalahan
hanya dirimulah yang merasa salah
dan kau bukanlah satu satunya kawan
gelap mungkin adalah jalan mu
tapi
cahaya hatimu yang menyinari jalanmu
hai kuda hitam
Gambar
ambil pensilmu
ambil kertasmu
rangkailah sebuah cerita
dalam gambar
hatimu yang kian retak
kau tuangkan kedalam sebuah kanvas
garis demi garis dan warna demi warna
mewakili keadaan hati kau
kau bentuk rangkaian warna
dalam kertasmu
dengan penuh emosi
kau terus menorehkan gambarmu
torehkan jiwamu kedalam kertas putih
karna kesucian tak harus putih
dan warna tak selamnya dosa
tapi
gambarmulah yang mengubah dunia ini
menjadi berwarna
Rakyat = Raja
aku duduk disini
menunggu panggilan
lekasku pergi lalu berpakaian rapih
pidato sana sini
jual mulut sana sini
demi sebuah tujuan
rakyatku yang tercinta
ikutlah denganku
kan kuberi selembar amplop
senangkah dirimu
yang sudah kuberi itu
tapi kau tak tau isi hatiku
rakyat bukanlah budak
rakyat bukanlah alat
rakyat bukanlah tong sampah
yang datang tuk menerima
tapi
rakyat adalah raja
penguasa bumi pertiwi
bukan para hai wakil rakyat
kami berdo'a
kami mengadu pada Tuhan
jagalah bumiku dari para tikus keparat
yang selalu mengambil makanan
jangan jadikan kami para pengemis
yang mengemis kepada tuan besar
tapi jadikan
kami penguasa bumi pertiwi ini
Seni
kau selalu bebas
tak ingin ada sebuah pertikaian
hidupmu bagaikan angin yang berhembus
tak peduli kemana
yang penting jalan saja
orang orang memandangku lusuh
bahkan tak segan memandangku penjahat
tapi
aku bukanlah seorang penjahat berkerah
yang selalu membunuh pelan pelan
kami hanya butuh kebebasan
dalam berkekspresi
Seni
tempat kami berteduh
dalam keramaian orang
Seni
kebebasan yang tak ada akhir
semangat yang selalu membara dalam jiwa
menorehkan seluruh yang kami punya
kami tak membunyikan sesuatu
karna kami ingin semua orang tau
kebebasan bukan sebuah semena mena
tapi
kebebasan ialah aturan kami dalam
berekspresi
Perempatan
Jum'at malam
pukul delapan
Kuambil jaketku dan lekas pergi
bersama kawan mengelilingi kota
tuk membeli sebuah air dewa
gelas demi gelas kita habiskan
dimalam itu diperempatan
melihat lalu lalang kendaraan
menikmati indahnya malam kota
sembari ku terbawa hanyutnya malam
oooh indahnya dunia
kami berpesta walau hati ini duka
Hanyut dalam rasa
tiba tiba kau datang
dan tiba tiba kau pergi
menembus dimensi waktu
kau terus mencari dan mencari
setiap hasrat yang ada dalam naluri
tanpa melihat waktu
dan kau tiba tiba muncul dalam kehidupan
disaat semua terasa sunyi
kau datang untuk membunuh sepi
mewarnai setiap takdir yang ada
walaupun kau datang tanpa diundang
tapi hangat dari rasa itu
menyelimuti nurani ini
aku terhanyut dalam rasa
yang kian melekat dihati
dan aku terhanyut dalam rasa
yang tak kunjung usai
tapi aku berharap rasa ini jangan pergi
biarkan ia mengisi alur kehidupan ini
karena kehadiranmulah
yang membuatku
hanyut dalam rasa
Bukan untuk siapa siapa
aku tenggelam dalam gelapnya nurani
yang selama ini menghantuiku
mungkin takdir berkata lain
untuk apa aku berjalan dalam gelapnya
keramian
bersendagurau bagaikan burung berkicau
seolah-olah tak ada hentinya
disaat semua berpacu dalam waktu
aku hanya bisa melihat mereka
dan bergumam untuk apakah ini
dan mereka menjawab
bukan untuk siapa siapa
sesekali aku menelaah arti kehidupan ini
karna
aku bukanlah seseorang yang seperti
mereka
dan bukan untuk siapa siapa
rahasia ini akan terbuka
Modern
aku terlena dalam ilusi
menghantarkanku kepada duniawi
semakin kukejar semakin menjauh
nafsu yang kian menyelimuti
bagai si ayam merah bernyanyi
dunia yang semakin sempit
membuatku bertanya-tanya
ini hanya realita di balik mimpi
semakin hari semakin sepi
tak ada sosialisasi yang ada hanya
notifikasi
tak ada canda gurau dan jeritan
yang ada hanyalah senyum dibalik kaca
yang eksis tapi dompet tipis
yang gaya tapi orang tua apa adanya
yang berpasangan tapi otak selangkangan
agamis dianggap teroris
yang kritis tapi hobi ngemis-ngemis
yang pintar kelakuan barbar
untuk apa kita hidup
kalo cuma menumpahkan darah
kau gunakan egomu untuk kekuasaan semata
yang tak ada artinya
kau makan jabatanmu
untuk isi kantongmu
sanak saudara kau anggap kambing
orang lain kau anggap penting
otak busukmu terus mengoceh
untuk mendapat segenggam receh
yang penting aku senang
yang penting aku bahagia
perut kenyang
persetan
dengan orang orang
Buat aku
Aku tak bisa
begini terus
hingga akhirnya ku terjatuh
mungkin aku butuh sendiri
menikmati heningnya kalbu
jalan buntu di akalku
membuatku berhenti bergerak
seakan akan kepalaku berputar
untuk apa selama ini aku berbuat
seolah olah semuanya tak ada artinya
mungkin hanya asumsiku belaka
bukan untuk bersandiwara dalam pekatnya
imajinasi
aku berjalan menelusuri alam bawah
sadarku
mencari sebuah jawaban yag tak kunjung
datang
cinta yang kian ber ubah
sejalan dengan hasrat ini
aku terhempas kerasnya batu
yang membuatku sadar arti dari semua ini
janganlah kau datang hanya untuk egomu
seakan aku hanyalah sebuah labuhan
harga diri umat manusia yang tak bisa
direndahakan
sama sama makan minum
buat apa terpecah belah
hanya karna sesuatu
biarkan ini berjalan hingga terbitnya
sebuah kepastian
aku merasa sebuah getaran
yang membuat diriku terdiam
menatap langit biru menghirup udara
segar
mungkin ini sebuah ilusi dalam benakku
jalan yang selama ini aku lewati
kaki yang tak kenal lelah demi sebuah
impian
aku tahu semua bukanlah mimpi
bagi orang lain mimpi bukanlah sekedar
cerita belaka
dalam benaku aku selalu bermimpi
karna mimpilah yang membuat jiwaku tak
kenal lelah
berkarya dalam sebuah angan
bekerja dalam nyata
karna mimpi bukanlah angan
mimpi ialah dua dimensi dalam satu waktu